Desain Depan Rumah Minimalis Dengan Konsep Etnis Khas Bali

Thursday, July 24th 2014. | Rumah Minimalis




Jika anda pernah ke Bali, anda tentu masih melihat beberapa rumah khas dengan arsitektur tradisional Bali, khususnya pada desain depan rumah. Arsitektur Bali mencerminkan keseimbangan antara berbagai unsur di alam semesta serta harmoni antara bangunan dengan lingkungan sekitar, dan ini mempengaruhi pembagian dan penempatan ruang-ruang di dalam rumah.

Desain rumah minimalis khas Bali

Desain rumah minimalis khas Bali

Rumah tradisional Bali memang terkenal dengan arsitektur yang rumit dengan berbagai ornamen khas, sehingga biaya pembuatannya cenderung lebih besar. Selain ukiran, material lain yang menjadi ciri khas rumah Bali adalah kayu dan bata ekspose merah berkualitas tinggi yang merupakan khas Bali. Namun, masyarakat Bali sendiri sudah mengalami banyak perubahan dari segi konsep hunian. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya gambar rumah minimalis Bali namun tetap menyisakan beberapa ciri khas dari arsitektur tradisionalnya.

Desain Depan Rumah Minimalis Khas Bali

Lalu, mungkinkan konsep rumah minimalis dipadukan dengan rumah khas Bali? Nah, tanpa harus tinggal di Bali, anda sebenarnya bisa menciptakan hunian dengan nuansa rumah Bali dan memadukannya dengan konsep hunian minimalis. Setidaknya ada 2 cara yang bisa anda terapkan untuk menciptakan suasana tersebut di rumah tinggal anda

Bata ekspose menjadi ciri fasad rumah Bali

Bata ekspose menjadi ciri fasad rumah Bali

 

Cara pertama adalah menggunakan bata ekspose merah pada desain depan rumah. Biasanya, rumah minimalis dihiasi dengan batu alam seperti batu kali atau batu marmer untuk menciptakan harmoni antara rumah tinggal dengan lingkungan luar. Namun, anda bisa menggantinya dengan bata ekspose merah khas Bali. Dengan cara ini, anda tidak akan kehilangan kesan natural, karena bata ekspose juga terbuat dari unsur alam.

Layaknya rumah minimalis lainnya, rumah minimalis khas Bali juga tidak perlu dihiasi dengan ornamen-ornamen yang berlebihan. Cukup gunakan bata ekspose di beberapa bagian fasad rumah, seperti di tembok yang menghadap ke jalan atau di pagar. Teknik ini juga meminimalisir penggunaan cat, karena bata ekspose merah telah memiliki warna khas, sehingga tidak memerlukan pengecatan ulang.

Fasad rumah Bali dengan pagar

Rumah tradisional Bali biasanya ditandai dengan gapura yang dihiasi ukiran-ukiran rumit yang terbuat dari paras. Namun, ornamen seperti ini tentunya bertentangan dengan konsep rumah minimalis yang mengutamaan kesederhanaan dan tidak menggunakan ornamen yang rumit. Nah, sebagai pengganti gapura, anda bisa membangun pagar tinggi dan menghiasinya dengan batas ekspos.

Pagar tinggi merupakan ciri khas rumah Bali

Pagar tinggi merupakan ciri khas rumah Bali

Pagar yang tinggi sekaligus menjadi pelindung bagi rumah anda. Sisakan ruang sebagai pintu gerbang untuk keluar masuk. Sekali lagi, bata ekspos meminimalisir kebutuhan akan cat. Namun, jika anda tidak ingin merasa ‘terkunkung’ oleh pagar yang tinggi, tidak ada salahnya mencoba bereksplorasi membangun tembok tinggi sebagai pemisah fungsi eksterior sekaligus mempercantik fasad rumah Bali milik anda.

Seperti pada gambar berikut, tembok bata ekspose merah dibangun lebih tinggi daripada tembok rumah untuk memisahkan fungsi taman minimalis di depan rumah dengan carport. Tembok tinggi juga dibangun di akses masuk bagian samping. Namun, tampilan dua tembok tinggi inidihiasi oleh ukiran yang merupakan ciri khas arsitektur tradisional Bali. Namun, ukurannya dibuat seminimalis mungkin agar tidak melenceng dari konsep aslinya.

Tembok tinggi dengan bata ekspose dapat menjadi pemisah fungsi eksterior

Tembok tinggi dengan bata ekspose dapat menjadi pemisah fungsi eksterior

Hal yang harus dihindari dalam desain depan rumah khas Bali

Selain memperhatikan tampilan desain depan rumah, ada beberapa hal yang harus dihindari dan merupakan larangan dalam konsep arsitektur tradisional Bali. Larangan-larangan tersebut diyakini mempengaruhi kesehatan dan kesejahteraan penghuninya, berikut di antaranya:

  • Fasad rumah Bali tidak berhadapan langsung dengan jalan lurus di hadapannya, atau yang dikenal dengan tusuk sate atau Numbak Rurung.
  • Pastikan bahwa halaman depan rumah anda tidak diapit oleh pekarangan atau rumah milik orang lain. Dalam konsep arsitektur Bali, hal ini dikenal dengan Karang Kalingkuhan.
  • Pastikan bahwa halaman depan rumah anda tidak dijatuhi air cucuran atap rumah orang lain.
Rumah minimalis dengan sentuhan ornamen khas Bali

Rumah minimalis dengan sentuhan ornamen khas Bali

Mungkin, itulah sebabnya rumah minimalis Bali umumnya tetap dibangun dengan pagar atau tembok yang tinggi. Namun, satu hal yang perlu diperhatikan adalah pemeliharaan rutin. Bata ekspose atau paras ukir harus dirawat secara telaten sehingga tidak berlumut, karena bagian depan rumah terpapar langsung dengan panas matahari dan hujan. Singkatnya, menciptakan hunian minimalis dengan nuansa Bali tidak mesti dilakukan dengan memanfaatkan ornamen yang berlebihan. Meski demikian, anda tetap harus mengalokasikan lebih banyak dana untuk menciptakan hunian impian anda ini.

Content Protection by DMCA.com




tags: , , ,