Model Atap Paling Populer untuk Desain Rumah Tipe 36

Wednesday, July 9th 2014. | Atap Rumah Minimalis




Konsep hunian modern yang didominasi gaya minimalis menekankan tampilan yang sederhana, ringkas, namun fungsional. Rumah tipe 36 masih menjadi salah satu idola hunian bagi keluarga muda dengan penghasilan terbatas, namun mendambakan hunian yang nyaman. Desain rumah tipe 36 tetap bisa dibuat menarik dan elegan, sekalipun luasan lahan dan bangunan sangat terbatas.

Desain rumah tipe 36 dengan tampilan yang ringkas dan praktis

Desain rumah tipe 36 dengan tampilan yang ringkas dan praktis

Desain rumah minimalis tipe 36 pada dasarnya sama dengan rumah tipe lainnya, yakni, terdiri dari area semi privat seperti ruang tamu, ruang keluarga, dan ruang makan, serta area privat seperti kamar tidur. Hanya saja, luasan ruangan-ruangan ini lebih kecil, dan area semi privat seringkali ditempatkan di satu ruangan tanpa partisi, atau menggunakan partisi non-permanen.

Ciri khas Desain rumah minimalis tipe 36

Selain itu, rumah minimalis tipe 36 menggunakan struktur sederhana tanpa ornamen yang rumit. Bentuk geometri sederhana seperti kolom berbentuk segi empat mendominasi struktur bangunan. Karena ukuran yang lebih kecil, sirkulasi udara dan cahaya dioptimalkan dengan menggunakan jendela kaca berukuran besar. Kemudian, kesederhanaan dan efisiensi fungsi terlihat pada penggunaan kerangka atau frame dari stainless steel atau kayu, tanpa ornamen.

Desain atap rumah tipe 36 model pelana

Desain atap rumah tipe 36 model pelana

Lalu, bagaimana dengan atap? Ada dua desain atap rumah tipe 36 yang dominan, yakni atap pelana dan atap sandar. Atap pelanan adalah model yang paling populer, khususnya di daerah tropis. Modelnya yang miring mempermudah pemeliharaan, karena kotoran, debu, atau air hujan tidak akan tertahan di atap.

Desain atap rumah tipe 36 Model Pelana

Atap model pelana mengalirkan air hujan lebih mudah

Atap model pelana mengalirkan air hujan lebih mudah

Atap model pelana terlihat begitu ringkas, cocok untuk rumah minimalis yang tampilannya juga ringkas. Namun, sebagian orang merasa bahwa model atap pelanan terlihat sangat konvensional, seiring dengan berkembangnya berbagai jenis atap yang tampilannya lebih elegan dan artistik. Model atap datar misalnya, menghadirkan kesan artistik dan rapi, namun atap tipe ini kurang cocok di daerah dengan curah hujan yang tinggi, karena dapat menyebabkan tertahannya air hujan dan mempercepat kerusakan atap.

Paduan atap pelana dan atap sandar di rumah tipe 36

Paduan atap pelana dan atap sandar di rumah tipe 36

Model atap rumah minimalis lainnya adalah atap sandar. Model ini terlihat lebih unik, dengan sentuhan modern yang kental. Kelebihan lainnya adalah karena kemiringannya lebih curam, aliran air dan kotoran lebih lancar. Atap sandar juga sering digunakan sebagai desain atap rumah tipe 36 2 lantai untuk menghadirkan kesan menonjol di lantai 2. Namun, atap model ini tidak bisa digunakan untuk seluruh bagian atap, dan lebih populer digunakan untuk bangunan tambahan.

Pilihan Atap untuk desain rumah tipe 36 2 lantai

Rumah minimalis tipe 36 2 lantai umumnya juga dibangun dengan desain atap yang sama, yakni atap pelana. Karena bentuknya yang minimalis, rumah tipe 36 2 lantai akan terlihat lebih tinggi, dan terkesan lebih besar. Tipe atap seperti ini tidak menghalangi sirkulasi udara dan cahaya ke bangunan lantai 1 maupun lantai 2, sekaligus meng-ekspose seluruh bagian fasad rumah.

Atap pelana di rumah tipe 36 2 lantai

Atap pelana di rumah tipe 36 2 lantai

Atap model pelana dibangun dengan dua sisi atap yang dipertemukan di bagian puncak, alias bubungan. Dengan kemiringan sekitar 35 derajat, model atap ini sekaligus berfungsi untuk menyerap efek radiasi sinar matahari dan mudah mengalirkan air hujan yang mengguyur. Selain itu, pemasangannya lebih sederhana dan membutuhkan bahan yang lebih sedikit; lebih dari itu, biaya pemasangan atap jenis ini lebih murah.

Rumah minimalis 2 lantai dengan atap pelana dan sentuhan atap sandar di balkon

Rumah minimalis 2 lantai dengan atap pelana dan sentuhan atap sandar di balkon

Namun, ada juga pemilik rumah yang kreatif dengan menambahkan sedikit atap sandaran pada bagian tertentu, misalnya atap balkon. Atap kombinasi kreatif ini membuat tampilan desain rumah tipe 36 menjadi lebih indah. Untuk membangun atap ini, memang diperlukan tembok vertikal dengan kemiringan yang sudah ditentukan. Anda juga harus melakukan penyesuaian pada kuda-kuda, yakni dengan menambahkan setengan kuda-kuda. Meski lazimnya digunakan sebagai atap untuk bangunan tambahan, ada juga yang menggunakannya di bangunan utama.

Content Protection by DMCA.com




tags: , , , ,